menuju gelap

Jumat, 31 Juli 2009

Saatnya membeli emas !!

Browsing kesana-kemari, cari-cari barang - peripheral komputer, melihat daftar harga berbagai macam merek dan spesifikasi. Begitu melihat harga yang dimiliki, setelah dikonversi ke rupiah, Buset !! yang bener aja. Perasaan kemarin rupiah menguat deh ...

Mungkin dampak krisis ekonomi global ini memang belum bisa diatasi sepenuhnya oleh seluruh negara, bahkan negara2 maju sekalipun. Apalagi Indonesia yg masih berstatus negara berkembang. Harga bahan baku yang naik turun seenaknya, sedangkan harga jual gak bisa seenaknya seperti itu membuat beberapa perusahaan depresi, colapse, lalu bangkrut. Tak peduli perusahaan besar sekalipun.
Semuanya kini berpikir 7 kali untuk berimprovisasi bisnis, berinvestasi, dan berkorelasi.
Melihat berita terbaru di TVone dan MetroTV mengenai gejolak suhu di bursa efek Jakarta, pasar saham, Forex, dan harga valas. Bisa terbayangkan betapa dag dig dug - menegangkan sekali bagi para petarung dan petaruh dibidang tersebut.

Mungkin, saatnya kembali belajar cara berinvestasi model lama - tentunya dengan sistem lebih maju teknologi hari ini.
Kita semua tahu bahwa barang yg memiliki nilai susut terkecil di dunia ini adalah emas dan tanah (properti). Di Gold Coin - Aurum Advisors anda akan menemukan bahwa cara investasi terbaik, teraman dan ternyaman saat ini adalah dengan memiliki emas.
Boleh dibilang, Indonesia belum memiliki budaya membeli dan menumpuk emas di sebuah penyedia jasa penyimpanan. Tapi insting investasi dng emas adalah naluri alamiah orang melayu.

Jadi, kenapa ragu atau memilih cara investasi yang beresiko? Tentukan jaminan keamanan dan kenyamanan investasi anda dengan emas, jika untuk membeli tanah harus berbelit-belit dng notaris dan makelar busuk.
Baca lebih lengkap di situs yang membahas tentang emas, dan hal2 yg berhubungan dengan logam mulia tersebut, seperti juga koin emas. Tidak ada satu orang sukses dimanapun yang tidak punya investasi emas !! Kita bisa menganalogikan begitu jika bercermin pada film2 Holywood.

Tidak perlu pasang mata 24 x 7 untuk memeriksa naik turun indeks saham, posisi dolar ada dimana, atau bagaimana nasib saham anda yg dipertaruhkan kepada broker yg belum anda kenal, belum jelas kredibelitasnya.
Anda bisa tinggal melihat harga tukar emas, di Indonesia - di dunia. Mudah !!

Dan, saya lalu teringat bahwa dari dulu - hadiah atau piagam penghargaan untuk para juara dan yg berprestasi selalu terbuat dari emas. Bukan dari berlembar-lembar berkas saham atau brosur tentang Forex dan Valas.
Berawal dari sejarah dengan filosofi tinggi dan hikmah yg berguna, bukan resiko tinggi.

So, make your future as bright as a gold, as shine as a golden coin in the chest of pirates.

Jumat, 03 Juli 2009

Golput itu Penakut !!

Kenapa saya bilang Golput itu penakut? Mereka kan hanya tidak memilih/mencontreng saja kan?

Ups, mungkin perlu diperjelas dulu bahwa Golongan terbagi menjadi 3.
- Golongan pekat/hitam : yang dengan tegas menunjukkan sikap dan pilihan mereka,
- Golongan abu-abu : mereka yang bisanya cuma manut dan ngedumel dibelakang,
- Golongan putih : mereka yang tidak mau campur tangan karena tidak punya sikap.

Berhubungan dengan Pemilu Presiden 8 Juli 2009 besok, golongan2 tersebut sudah saling bermekaran dan bersemi bagaikan jamur. Mereka yg berani dengan tegas menentukan sikap dan pilihan sudah terlihat jelas. Bahkan omongannya pun sering terdengar membosankan karena sering melakukan persuasi.
Sedangkan yang ragu2, mungkin hanya akan memilih capres yang sedia memberi dana segar. Atau mungkin ngikut orang lain nyontreng yang mana.
tapi, mereka yg sok suci. Begitu apatis dan skeptis terhadap ketiga calon hanya akan menghujat dan mencela.

Mereka yang sok bersih, dan merasa benar itu sebenarnya hanya penakut saja. berkedok dengan hujatan dan celaan pada semua capres.
Setidaknya saya menemukan beberapa faktor kenapa mereka menjadi Golput.

1. Trauma dengan pemerintah lama, apatis dengan paradigma atau sosok capres yang ada. Nah, kalo orang begini tipe orang yang pengen ngikut kuasa dan tenar aja.

2. Takut pilihannya salah ketika ternyata capres yang dia pilih tidak bisa mewujudkan janji dan impian masyarakat. Ini tipe orang yang nggak mau bertanggung jawab.

3. Takut pilihannya kalah dalam pemilu. Wah, kalo ini alasan paling nggak masuk akal ! menyerah sebelum bertarung.

4. Tukang pamer. Mereka yang ingin terlihat "beda" karena tidak memilih, sesumbar kemana-mana. Orang seperti ini sedang dalam masa puber dan pencarian jati diri.

5. Alasan pekerjaan. kalau yang ini bisa sedikit dimaafkan. Mungkin sedang giliran piket saat jam pengambilan suara.

6. Tidak terdaftar dalam DPT. Bagaimana kerja KPU ini?

Dengan analogi : "Wajib bagi yang mampu".
memilih pemimpin juga wajib bagi yang mampu. Mampu dalam pengertian punya hak pilih (syaratnya apa saja, tentu kita sudah tau)
Mampu karena Negara sedang mengadakan hajatan penting. hajatan yang menentukan arah dan pola perkembangan negara 5 tahun ke depan.

Sekarang semakin jelas bahwa alasan menjadi Golput adalah sangat mengada-ada.
Setidaknya ada sedikit rasa simpatik pada salah satu calon, pilihlah ! meski mungkin dia tidak sesuai kehendak anda.
Karena menjadi Golput karena tidak memilih sama dengan menjadi penakut untuk memajukan bangsa. Dan tentu saja lari dari tanggung jawab sebagai warga sangat tidak etis.
Terlebih lagi menghindar dari amanah agama melalui pemerintah, adalah dosa.

Apalagi alasan untuk menjadi Golput ?
Ingat, 8 Juli contreng salah satu calon. Untuk Indonesia yang lebih baik !

Asuransi yang serba gampang

suatu hari, blogwalking kesana-kesini, browsing nggak jelas, googling hal-hal yang aneh, aku nemuin satu tag yang menarik perhatian.

Sederhananya adalah sebuah tawaran mengikuti polis asuransi. Tapi ada beberapa kata yang sepertinya janggal disebutkan untuk beberapa perusahaan asuransi yang biasanya hanya mencari untung berdasarkan kondisi pemilik polis saja.

Sebuah program asuransi yang memberi keleluasaan bagi para perokok. Bukankah kita semua tahu bahwa rokok tidak baik untuk kesehatan? Jadi, Kenapa mereka begitu berani menawarkan polis asuransi kepada orang yang sudah "melanggar kesepakatan" untuk menjaga kesehatan ?

Asuransi bagi penderita Diabetes. Kita semua tahu bahwa penyakit diabetes adalah penyakit yang memiliki prosentase penyebab kematian terbesar (akibat komplikasi dengan penyakit lain). Lalu, kenapa mereka bertaruh pada para pesakitan yang bisa dibilang sudah bisa ditebak sampai kapan umurnya.

Mungkin secara global, di situs Advantage life Insurance menyatakan bahwa mereka tidak melakukan tes kesehatan. Tentu saja hal ini berdasarkan beberapa syarat yang berlaku. kalau tidak, bisa jadi orang sekarat ikut polis ini.
Tapi setidaknya, promo semacam ini menarik banyak minat untuk bergabung karena kemudahan dan praktis-nya bergabung untuk mendapatkan polis asuransi.

Kemudian tentang aset berharga yang bisa di-asuransi-kan. Baru kali ini aku tahu ada program asuransi buat benda yang sudah telanjur digadaikan. Gila !! Terus, bagaimana jaminan mereka ? Tidak mungkin hanya saling percaya saja ?
Ada beberapa hal2 yang perlu dijadikan landasan mengenai ini, dan tentu saja hal ini tetap membuat orang tertarik untuk mungkin mengasuransikan mobil mereka meski surat kepemilikannya masih dalam status gadai.

Mengenai harga bersaing, pajak rendah, biaya lainnya yang pas dengan seluruh orang dari segala lapisan ekonomi merupakan hal biasa ditawarkan. Yang jadi perhatian, ya hal-hal yang disebut diatas tadi.

Buat kalian yang cari polis asuransi, dan mungkin gak percaya dengan perusahaan asuransi lokal yang sering bermasalah dengan perihal likuiditas, kenapa nggak lihat dan coba polis dari mereka ?

Senin, 18 Mei 2009

Konspirasi Politik Kontroversi

Pemberitaan mengenai persiapan pemilihan presiden Indonesia 2009 - 2014 sedang memenuhi beberapa media massa dan layar kaca, bersaingan dengan pemberitaan isu2 selebriti kita.
Tarik ulur kesepakatan, konspirasi antar pihak, politik dagang sapi : lu jual gue beli, sampai intrik2 tak kasat mata para kuli berita.
Sepertinya, Indonesia sedang berkiblat pada adegan2 kontroversi yang mampu menarik begitu banyak perhatian publik. Lihat betapa kasus Antasari Ashar begitu mencengangkan hukum Indonesia yg sedang belajar.

Isu tarik ulur PKS dari koalisi dng partai Demokrat, perpecahan di kubu PAN, gegap gempita suasana pendaftaran JK-Win, hingga panas dan alotnya kesepakatan yg akhirnya sukses menjadi Mega-Pro.
Seperti panggung sandiwara di kancah politik, bersaing dengan sinetron2 Indonesia yg nggak bermutu. Indonesia masih dalam tahap pembelajaran politik dan demokrasi, jadi sah-sah saja jika blunder sana-sini, lompat sana-sini, dengan tujuan mencari posisi aman dan terjamin.

Siapa bilang PKS haus kekuasaan dan terlalu memikirkan pemilu 2014 ? Tentu saja semua pihak yg bertanding sangat haus kekuasaan, karena mereka semua bertanggung jawab dng janji2 mereka. dan bagaimana mereka bisa bertanggung jawab kalo tidak punya kuasa utk itu.

Siapa bilang PAN sudah pecah? mereka hanya berbagi sikap politik untuk mendapatkan posisi aman dan empuk. Untuk apa membeli Pizza Hut yg mahal kalo cuma dapat sedikit? kita bisa membeli bakso, mie ayam, sate, soda gembira, es teler dng total harga yg sama.

Lalu untuk apa semua drama politik itu?
Tentu saja semua itu hanya intrik untuk menyedot banyak perhatian publik, agar membekas dihati betapa perjuangan koalisi "demi rakyat" yg mereka bangun itu sangat berat.
Gegap gempita JK-Win yg begitu menunjukkan seolah mereka cekatan dan tangkas mengelola pemerintahan secekatan mereka mendaftar di KPU. Iring-iringan pendukung mereka tak ubahnya karnaval yg sok pamer.
SBY-Berbudi begitu halus membuat kontroversi dng memainkan koalisi seolah bubar, lalu kembali lagi. Bukankah ini seperti drama cinta remaja, ketika sebuah pasangan diuji hingga nyaris putus, tapi akhirnya tetap utuh dan bahagia selamanya. fuh ...
Tampaknya Mega-Pro sedikit kalah dalam beradu kontroversi untuk menarik perhatian publik. Alotnya kesepakatan antara Megawati dan Prabowo seperti cerita cinta segitiga. Sayangnya, terlalu banyak cerita semacam itu, dan penonton sudah jenuh dng alur cerita seperti itu.

Akhir kata, kembali kepada kita warga Indonesia yg cerdas dan bijaksana. Tentukan pilihan anda dengan cermat. Karena pertaruhan kita untuk selama 5 tahun ke depan akan lebih berat.
Jangan berpendapat memilih calon yg paling sedikit kisah kelam/kontroversi-nya, karena mereka semua sama2 manusia yg juga punya catatan kelam, dan kekurangan seperti kita.

Maju Indonesia !!

Selasa, 05 Mei 2009

Setelah KPU, giliran KPK ...

Gegap suasana pasca PEMILU 9 April 2009 mulai surut terdengar. Setelah hasil perhitungan digital yg berbeda dengan hasil perhitungan secara manual. Yg salah yg mana?
Sekarang perhitungan hasil pemilu dilakukan secara tertutup di kantor pusat KPU di Jakarta, setelah selama beberapa hari dibuka. Partai Demokrat memimpin secara ironis diperhitungan digital. Ini berkat buaian strategi BLT yg melenakan para konstituen. Akhirnya masyarakat lebih memilih siapa yg mampu memberi mereka kenyamanan secara finansial, bukan jaminan masa depan negara.
Yg nggak jauh dari prediksi, PDI-P bergelora diperhitungan manual. Secara eksplisit akan jelas2 terlihat bahwa simpatisan fanatik (entah itu simpatisan rasional ato simpatisan buta) PDI-P diseluruh Indonesia menjadi paling kuantitatif. Ironi tentang seorang wanita dan seekor banteng liar.

Tapi semarak dan gaung perhitungan hasil pemilu itu kian surut terdengar, dan porsi berita di media massa pun makin berkurang. Ada apa? Apa warga Indonesia sudah pesimis dan apatis dengan hasil dari pemilu terkacau sepanjang sejarah Indonesia ini?
Ternyata kekacauan kinerja KPU telah ditutupi oleh borok KPK yang terkuak dengan sukacita dan penuh kerelaan oleh sang ketua, Antasari Ashar.

Setelah memberi dobrakan dahsyat di dunia persilatan pemberantasan korupsi di Indonesia, setelah menggiring beberapa nama besar ke hadapan meja hijau dengan kasus2 menghebohkan, kini giliran sang ketua "the coruptor slayer" ini yg tersangkut kasus lumayan heboh. Tersangka dalang pembunuhan .... What a h*** was going on?

Seperti retorika permainan kata2 verbal yg pernah aku tanyakan pada teman2 ku dulu. Kalo "Razia Senjata Tajam", berarti yang dirazia adalah orang2 bersenjata tajam. Sedangkan "Razia Premanisme, berarti yg dirazia adalah preman2 yg berkeliaran.
Sekarang, dikantor polisi lalu lintas ada papan bertuliskan "Razia Polisi". Itu yang dirazia apa? siapa? kenapa? bagaimana?
Apakah polisi juga patut dirazia karena dikawatirkan melakukan tindakan2 yg berbahaya bagi korps, nusa - bangsa dan keluarga?

Jadi mungkin perlu diadakan sidak dadakan seperti yg sempat digalakkan KPK terhadap beberapa institusi pemerintah. Semestinya KPK sendiri juga perlu untuk disidak, karena nggak menutup kemungkinan bahwa setiap lini unsur pemerintahan memiliki peluang untuk diselewengkan.

Terlepas dari tindakan preventif tentang penyelewengan apapun di pemerintah, bagaimana dengan kasus besar yang sedang menimpa lembaga pemerintah tersebut. Tersiar kabar bahwa kasus ini membawa motif asmara dan wanita ...

fiuh, setelah KPU (Komisi Paling Upil), sekarang giliran KPK (Komisi Pengganggu kredibilitas) ...

Rabu, 08 April 2009

Apa kabar KPU ?

Apa kabar KPU hari ini? Aku dengar dari beberapa berita yg tersiar di televisi, membaca berita koran belakangan ini. Sepertinya KPU pada PEMILU periode 2009 ini adalah KPU terburuk dalam sejarah PEMILU Indonesia. Benarkah demikian ?

Melihat track record dari KPU, sepanjang sejarahnya memang baru kali ini kita mendapatkan kondisi pemilu terburuk dan paling tidak siap. Mulai dari logistik yang kurang memadai maupun kurang memenuhi syarat. Kurang sigapnya anggota KPU maupun Panwaslu menyikapi beberapa kejadian maupun pelanggaran Pemilu.
Sedari Pemilu pertama dilangsungkan (tahun berapa ya?), mungkin memang baru kali ini jumlah keteledoran kegiatan KPU begitu kentara terlihat oleh masyarakat umum.
Disamping karena teknologi komunikasi dan informasi yang lebih membumi, hal ini jelas2 dikarenakan oleh kecerobohan KPU yg sudah keterlaluan.
Kenapa ya saya bisa berani ngomong begitu ekstrim? Lagipula mungkin kalo saya jadi anggota KPU, belum tentu pekerjaan saya bisa sempurna. Saya ini cuma tukang kritik yg asal ngomong aja.

Setiap malam saya menonton berita MetroTV dari jurnalis Media Indonesia yang begitu pedas mengkritik kondisi persiapan Pemilu dan kegiatan praktik para partai peserta pemilu 2009. Apa2 saja pelanggaran yg sudah dilakukan, tindakan2 apa saja yg menyalahi UU pemilu, persiapan apa saja yg belum memadai guna pelaksanaan pemilu nantinya.
Katanya Pemilu kali ini adalah pemilu paling berantakan sepanjang sejarah berdirinya republik Indonesia. Sebagai negara demokrasi terbesar di dunia, rupanya kita masih begitu amatir mempersiapkan pesta demokrasi demi perkembangan dan pembangunan negara ini.

Yang ingin saya tanyakan, apa sanksi bagi para pelanggar UU Pemilu? apa cuma hukuman pidana dan denda? bagaimana bila sang pelanggar itu punya uang banyak untuk memberi jaminan, dan kebetulan dia tercatat mendapat suara memadai untuk menjadi wakil rakyat?
Lalu bagaimana dengan sampah2 yang bertebaran di sepanjang jalan dan tempat2 umum? apakah tidak ada tindakan represif dari panwaslu dan KPU ? trus ngapain aja mereka?
Dengan proses penerimaan anggota KPU yang begitu dahsyat dan ketat, apa yang dihasilkan? adalah sejarah buruk bagi KPU dan proses demokrasi Indonesia.

Bisa2 nya jumlah DPT sama dengan jumlah penduduk diwilayah tertentu. Apa bayi yang masih bau susu juga mempunyai hak pilih? atau jenazah2 yg sudah tinggak tulang belulang juga masih mempunyai hak pilih? hiiiii .... ngeri.

Sekali lagi, saya ini cuma tukang kritik yang bisa cuma asal njeplak. nggak mikir nggak tanggung jawab. Semoga kritik ini bisa sebagai cambuk untuk memicu kesigapan menjadi lebih baik. Amiin.

Maju Indonesia !!

Senin, 30 Maret 2009

Api dalam internal partai

Melihat perkembangan yang terjadi menjelang Pemilu 2009 ini, saya menemukan suatu hal yang bisa berdampak positif dan negatif.
Lihatlah betapa besar antusiasme rakyat untuk terjun ke dunia politik sebagai wakil rakyat. Ini menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia sudah semakin dewasa dan terbuka. Kita bisa dengan terang2-an melihat dan menimbang siapa saja yang menjadi calon wakil kita di kursi DPRD maupun DPR RI.
Dan tentu saja dengan terbukanya siapa-siapa yg menjadi calon wakil rakyat, memberikan peluang untuk kita sebagai rakyat dari lapisan bawah untuk mendekatkan diri untuk memberikan apresiasi dan pengharapan ke depannya.

Yang mungkin tak kasat mata adalah dengan semakin banyaknya calon, bahkan dari satu partai sendiri bisa menjagokan beberapa nama untuk menjadi pilihan rakyat, justru memicu perang terbuka antar simpatisan calon dan calon itu sendiri.
Jelas, mereka yg terdaftar dikertas suara itu memiliki misi tersendiri, mengemban amanat dari rakyat disekitarnya, dan tidak menutup kemungkinan memiliki niatan tertentu untuk menjadi anggota legislatif. Pengen jadi orang besar, peluang dapet sabetan besar, kekuasaan dan kehormatan. Ini persaingan bukan semata demi masyarakat lagi, tapi juga konfrontasi besar pribadi masing2 nama tersebut.

Proses pendekatan rakyat lapisan bawah pun bukan serta merta hanya ber-apresiasi dan memberi pengharapan.
Di suatu malam saya "diculik" oleh teman2 desa, pergi ke suatu rumah milik seorang caleg. Memang pada malam itu sedangkan diadakan open house alias sarasehan sebagai simbol bahwa caleg tersebut dekat dengan wong cilik, dan mungkin bisa siapa saja.
Tapi toh, wong2 cilik ini tidak datang untuk pulang dengan tangan hampa. Memang bukan amplop berisi lembaran uang atau merchandise khusus. Melainkan sebuah ide untuk membuat kegiatan usaha yang dimodali oleh beliau. Money politics !!
Memang tidak semua orang seperti itu, dan tidak semua caleg demikian. tapi hal ini merupakan cerminan nyata dari salah satu calon wakil rakyat.

Kakak saya pernah diminta bantuan untuk mensosialisasikan seorang caleg untuk diperkenalkan di wilayah desa saya, dengan tujuan untuk memenangkan mayoritas suara. Segepok uang senilai 20 juta sudah ditawarkan sebagai uang lelah. Setelah rapat keluarga, sepakat untuk menolak tawaran itu. Konsekuensi berat dan perasaan terikat menjadi alasan kuat kami.
Selang beberapa hari, tetangga kami muncul dengan motor baru dan menceritakan asal muasal rejeki yang dia peroleh. Setelah dia selesai bercerita, segera kami ungkap yang sebenarnya.

Bahwa dasar penolakan kami adalah, mafia pemilu di desa kami sudah mengunci perolehan suara hanya untuk 2 partai dan hanya untuk 2 caleg. Ketika ada caleg lain berusaha menyusup dan menyela, dia hanya akan buang2 tenaga, dana dan waktu. Bahkan caleg yang merupakan putra daerah kami pun tidak punya cukup peluang untuk mendapat suara besar dikandangnya sendiri.

Perlu dicermati bahwa perang bukan hanya karena mereka berbendera yang berbeda, tapi karena nama yang mereka usung berbeda. Ini seperti perang antar suku. Meskipun bendera mereka sama Merah Putih, tapi marga yang mereka punya berbeda bisa menjadi hal lumrah jika berseteru karena hal yang sepele.

Indonesia, Indonesia ... beragam aneka warna dalam negeri belum mampu berpadu untuk saling membangun dan mendukung.
Belajar menjadi negara besar, belajar menjadi negara bermartabat ! Maju Indonesia !!!